KAJIAN ILMU BAHASA 1: LINGUISTIK, FONOLOGI, DAN MORFOLOGI BAHASA INDONESIA

. Yusuf, Haryanto (2024) KAJIAN ILMU BAHASA 1: LINGUISTIK, FONOLOGI, DAN MORFOLOGI BAHASA INDONESIA. In: KAJIAN ILMU BAHASA 1: LINGUISTIK, FONOLOGI, DAN MORFOLOGI BAHASA INDONESIA. WIDINA MEDIA UTAMA, BANDUNG, pp. 1-173. ISBN 978-623-500-631-4

Full text not available from this repository.

Abstract

Linguistik adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk bahasa. Objek kajian linguistik adalah bahasa. Linguistik merupakan alat penting untuk memahami makna di balik bahasa Bahasa bersifat netral dan tidak boleh menjadi objek nilai pertimbangan. Ini sebagian besar terdiri dari aturan-aturan yang menentukan penggunaannya. Pengetahuan bahasa mengacu pada banyak struktur abstrak (yaitu jenis kalimat atau unit sistematis seperti fonem/morfem). Organ bicara secara biologis bersifat sekunder, namun kemunculannya telah menyebabkan spesialisasi seperti kelenturan lidah yang membedakan manusia dari primata tingkat tinggi. Bahasa dapat didefinisikan secara beragam bergantung pada sudut pandang kajian. Untuk kajian linguistik, bahasa dapat didefinisikan sebagai bunyi ujar yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, memiliki makna bersifat arbitrer (mana suka) dibatasi oleh konvensi (kesepakatan) antarpenutur dan dapat dipergunakan sebagai alat komunikasi secara efektif.

Linguistik Makro memungkinkan untuk mempelajari apa yang dapat dilakukan seseorang dengan bahasa. Oleh karena itu analisis terhadap karya sastra, mitos, narasi populer, dongeng, teks historis-religius, dan lain-lain. Kini kita dapat melakukan semua analisis ini dalam kesadaran penuh akan apa yang dihasilkan oleh deskripsi bahasa itu sendiri.

Linguistik Mikro sebagai cabang linguistik yang mengkaji masalah Fonologi, Morfologi, Sintaksis (termasuk wacana), dan Semantik. Linguistik Makro meliputi: sosiolinguistik, semiotik, pragmatik, psikolinguistik, dan cabang Linguistik Antropologi menggabungkan penelitian linguistik dengan beberapa aspek bidang antropologi khususnya kebudayaan yang universal.

Fonologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari tata bunyi/kaidah bunyi dan cara menghasilkannya. Mengapa bunyi dipelajari? Karena wujud bahasa yang paling primer adalah bunyi. Kajian Fonologi terbagi atas feonetik dan fonemik. Morfologi adalah bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara morfem yang satu dengan morfem yang lain untuk membentuk sebuah kata. Kajian Morfologi di antaranya Morfem, kata, morfofonemik, dan Proses morfologi. Morfem adalah bentuk bahasa yang terkecil yang tidak dapat lagi dibagi menjadi bagian bagian yang lebih kecil. Kata dapat digolongkan menjadi empat: kata dasar, kata turunan, kata ulang, dan kata majemuk. Morfofonemik mempelajari perubahan-perubahan fonem yang timbul sebagai akibat pertemuan morfem dengan morfem lain. Morfofonemik adalah subsistem yang menghubungkan morfologi dan fonologi Proses morfologi adalah afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi (kata ulang, dan komposisi (kata majemuk. Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Dilihat dari posisi melekatnya pada bentuk dasar, afiksasi dibedakan atas: Prefiks, Sufiks, Konfiks, Sirkumfiks, dan Infiks.

Reduplikasi atau kata ulang adalah kata dasar atau bentuk dasar yang mengalami perulangan baik seluruh maupun sebagian sedangkan kata majemuk adalah gabungan beberapa kata dasar yang berbeda membentuk suatu arti baru. Komposisi atau kata majemuk adalah gabungan dari dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan arti. Pemajemukan atau komposisi adalah proses pembentukan kata dengan cara menggabungkan bentuk dasar yang satu dengan bentuk dasar yang lain dan gabungan itu menimbulkan makna baru yang menyimpang dari makna konvensional setiap bentuk dasarnya

Item Type: Book Section
Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures
Depositing User: Unnamed user with email [email protected]
Date Deposited: 07 Aug 2026 08:24
Last Modified: 02 Sep 2026 06:45
URI: https://eprint.penerbitwidina.com/id/eprint/187

Actions (login required)

View Item
View Item